background

Wednesday, January 27, 2016

Waspada! Penyakit Ayam yang Sering Muncul Pada Musim Hujan

Waspada! Penyakit Ayam yang Sering Muncul Pada Musim Hujan lindungin Ayam Kesayangan anda dari penyakit-penyakit ini!, baca juga cara pencegahan sekaligus pengobatan pada ayam jika sudah terlanjur terserang penyakit.

Musim Penghujan adalah musim yang paling tidak disukai oleh para peternak dan penghobi ayam, baik ayam ternak maupun ayam aduan, banyak biasanya kasus ayam peliharaan kita banyak yang mati karena terkena penyakit yang biasanya timbul pada saat musim hujan seperti sekarang ini, berikut adalah beberapa jenis Penyakit Ayam yang Sering Muncul Pada Musim Hujan.

1. SNOT/CORYZA
Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum dan peralatan yang digunakan.
gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb:

snot pada ayam
Ayam yang terkena penyakit Snot/Coryza

  • ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun
  • keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
  • muka dan mata bengkak 
  • terdapat kerak dihidung
  • napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba
  • ayam mengorok dan sukar bernapas
  • pertumbuhan menjadi lambat.

Obatnya : Ultramycin, Tetrachlor atau corivit

Pengobatan juga dpt dilakukan dengan memberikan susu bubuk yang dicampur dengan air dan dibentuk sebesar kelereng sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan 3 kali sehari.

Sedangkan pengobatan tradisional yang dpt lakukan adalah memberikan bawang merah, bwg putih atau perasan tumbukan jahe, kunir, kencur. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya bisa dicampurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam.

ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya.
Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

2. BERAK KAPUR
Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari.
Gejala yang timbul adalah :

berak kapur pada ayam
Ayam yang mati karena terkena berak kapur


  • napsu makan menurun
  • kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur
  • bulu dubur melekat satu dengan yang lain
  • jengger berwarna keabuan
  • badan anak ayam menjadi menunduk
  • sayap terkulai
  • mata menutup

Gejala anak ayam yang terkena berak kapur selain gejala yang disebutkan di atas, anakan ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat.

Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur kotoran encer dan berwarna kuning.

Obatnya : Ultramycin atau corivit

Sedangkan pengobatan tradisional yang dpt lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur.

Pengobatan Berak Kapur yg sudah parah dpt dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti Streptomycin, neo terramycin, di dada ayam.

3. BERAK HIJAU
Gejala penyakit ini adalah:

  • jengger berwarna biru
  • mata lesu
  • napsu makan menurun
  • sekitar pantat terlihat memutih dan lengket.

Obatnya : Ultramycin atau corivit

Sedangkan pengobatan tradisional yang dpt lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur.

Pengobatan Berak Hijau yg sudah parah dpt dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti Streptomycin, neo terramycin, di dada ayam.

Upaya pencegahan merupakan hal utama antara lain dengan menjaga sanitasi kandang, memisahkan antara ayam yang sakit memberikan pakan yang baik.

Jika ayam yang terinfeksi mengalami kematian, lebih baik ayam tersebut dibakar agar bakteri tersebut ikut mati dan tidak menular ke ayam yang lain.

4. KOLERA
Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba.
Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb:

kolera ayam
Ayam yang terkena kolera


  • napsu makan berkurang
  • sesak napas
  • mencret
  • kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk
  • jengger dan pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan
  • ayam suka menggeleng-gelengkan kepala
  • persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan

Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.

5. Chronic Respiratory Disease (CRD) atau ngorok 
Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, 
gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu:

  • batuk-batuk
  • napas berbunti atau ngorok
  • keluar cairan dari lubang hidung
  • nafsu makan turun
  • produksi telur turun
  • ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya
  • ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu
  • warna bulu pucat, kusam 
  • terjadi inkoordinasi saraf
  • kotoran cair dan berwarna putih

Obatnya : Ultramycin, Tetrachlor atau corivit

Sedangkan pengobatan tradisional yang dpt dilakukan adalah memberikan Mengkudu mateng, bawang merah atau perasan tumbukan jahe, kunir, kencur.

Pengobatan CRD yg sudah parah dpt dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti Streptomycin, neo terramycin, di dada ayam.

6. INFEKSI VIRAL
Tetelo / Newcastle Disease (ND)
ND merupakan infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. penyakit ini sangat susah di obati 

Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.

ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui peralatan, baju dan binatang liar.

Gejala yang nampak adalah sebagai berikut:

  • gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas
  • ayam tampak lesu
  • napsu makan menurun
  • produksi telur menurun
  • mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah
  • jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir.

Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • ayam yang tertular harus dimusnahkan.
  • vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan.

Pencegahan yang harus dilakukan mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:

  • memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
  • memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini.
  • memberikan ransum jamu yang baik.

Selamat membaca semoga bermanfaat...!!!

Subscribe to get more videos :